PEMBUATAN ISOLAT DAN STATER Metarhizium

 PEMBUATAN ISOLAT DAN STATER Metarhizium 



Jamur Metarhizium merupakan cendawan entomopathogen sebagai agens pengendalian hayati yang potensial untuk mengendalikan serangga hama larva kumbang tanduk/ orytes rhinoceros yang menyerang kelapa, kelapa swit, dan salak, uret/ lepidiota stigma yang menyerang tebu, singkong, pepaya, palawijaya, dan sayuran, dan hama puthul/ Phyllophaga Hellery pada tanaman padi dan palawijaya. Cendawan Metarhizium sp. masuk ke dalam tubuh serangga tidak melalui saluran makanan, tetapi melalui kulit. Setelah konidia cendawan masuk ke dalam tubuh serangga, cendawan memperbanyak diri melalui pembentukan hifa dalam jaringan epidermis dan jaringan lainnya sampai dipenuhi miselia cendawan. Cendawan Metarhizium sp. menginfeksi inang melalui empat tahap yaitu inokulasi, penempelan, penetrasi, dan destruksi. 

Gambar 1. Orytes rhinoceros yang terinveksi jamur Metarhizium

EKSPLORASI 

Eksplorasi dari serangga yang terinfeksi  adalah dengan cara isolasi, permunian dan identifikasi sebagai berikut.

  1. Untuk mengisolasi jamur Metarhizium, digunakan larva atau imago serangga hama yang sudah ditumbuhi miselia jamur. 
  2. Permukaan larva/imago disterilkan dengan cara merendam dan mengaduk dalam larutan  1% sodium hypoklorit (klorox yang diencerkan) selama 10 menit atau dalam larutan alkohol 96% selama 2 menit.
  3. Larva dibilas dengan air steril dan dikeringkan dalam tempat yang steril.
  4. Kulit larva dipotong sedikit 1 cm  letakkan di media PDA yang sudah padat dalam cawan petri diinkubasi selama 3 hsi.
  5. Setelah tumbuh identifikasi di mikroskop untuk memastikan kebenaran dari jamur yang tumbuh adalah jamur Metarhizium.
  6. Lakukan pemurnian dan inkubasi selama 7 hari sampai jamur tumbuh memenuhi cawan petri. 
PERBANYAKAN ISOLAT Metarhizium 

Langkah perbanyakan isolat Metarhizium sebagai berikut.
  1. Pembuatan media PDA (Potato Dextrose Agar) menggunakan media kentang
  2. Menimbang kentang sebanyak 20 gram  lalu kupas dan dipotonf kecil-kecil membentuk dadu kemudian cuci bersih.
  3. Menuangkan air mineral/isi ulang kedalam panci dan rebus selama 15-20 menit (sampai kentang empuk)
  4. Memisahkan kentang dan air dengan saringan agar didapatkan ekstrak kentang air yang direbus
  5. Memasukkan dextrose 200 gram, agar 20 gram, dan cloromponicol 1 capsul adunk hingga rata
  6. Menuangkan ekstrak kentang ke dalam botol kuljar segaris bawah yang ada di botol dan tutup dengan kapas 
  7. Mensterilkan botol yang sudah di isi dengan PDA (Potato Dextrose Agar) di autoklaf selama 15 menit
  8. Mengambil botol kuljar yang sudah disterilkan masukkan kedalam Laminar Air Flow dengan botol ditidurkan menunggu media PDA padat sambil di UV selama 5 menit
  9. Setelah media padat inokulasi dengan jamur Metarhizium menggunakan jarum ose
  10. Penanaman  Metarhizium diletakkan di 6 titik pada 1 botol kuljar agar jamur tumbuh cepat dan merata (saat inokulasi hidupkan bunsen)
  11. Tutup kembali botol yang sudah di inokulasi dengan Metarhizium dengan kapas dan aluminium foil
  12. Tunggu atau inkubasi selama 1/2 minggu jamur akan tumbuh secara merata 

Gambar 2. Penampakan jamur Metarhizium secara makrokopis
Gambar 3. Penampakan jamur Metarhizium secara mikrokopis
Gambar 4. Pembuatan isolat Metarhizium



PERBANYAKAN Metarhizium  DENGAN STATER BERAS

Langkah pembuatan stater Metarhizium dengan menggunakan stater beras sebagai berikut ;

  1. Menimbang beras 1 kg cuci hingga bersih kemudian merendam beras selama 15 menit
  2. Merebus air menggunakan panci setelah air cukup hangat kukus beras yang di rendam tadi, masak beras selama 25 menit
  3. Menunggu uap dari kukusan beras hilang baru diberikan dextrose sebanyak 2 sendok makan dan clorompenicol kemudian kemas beras kedalam plastik ukuran 1 kg. Masukkan hingga memenuhi 1/4 bagian plastik
  4. Mengukus kembali beras yang sudah dikemas menggunakan plastik selama 15 menit
  5. Setelah uap dari kukusan beras ilang masukkan ke LAF dan blower selama 10 menit dan hidupkan UV selama 5 menit.
  6. Inokulasi dengan isolat Metarhizium sekitar ukuran 1/2 cm  yang masih menempel pada media PDA
  7. Tutup kemasan tersebut dengan meliputi mulai dari bagian ujung atas kemasan menuju kebawah dengan stapples dan membuat bentuk segitiga untuk memberikan ruang untuk media beras di dalam kemasan selama pertumbuhan Metarhizium nantinya
  8. Ratakan Metarhizium yang masih menempel pada media PDA agar seluruh sporanya yang berwarna kehijauan tercampur merata dengan seluruh bagian beras didalam kemasan
  9. Diinkubasi selama 7-14 hari maka media beras dalam kemasan akan ditumbuhi jamur Metarhizium yang ditandai dengan warna putih terlebih dahulu kemudian akan berbah menjadi kehijauan.  

Gambar 5. Pembuatan stater beras 



Komentar